Suar Marabahaya – ((AUMAN))


Artist: ((AUMAN))  |  Album: Suar Marabahaya  |  Genre: Southern Rock–Heavy Metal  |  Label: Rimauaman Music  |  Tahun: 2013

Terhitung sejak pertengahan 2012 ketika saya mengetahui keberadaan ((AUMAN)) melalui rilisan single mereka yang berjudul W.K.G.G (Wong Kito Gilo Galo), saya mulai tertarik akan eksistensi band ini. Selain karena music mereka yang memang saya sukai dan layak didengar melalui judul lagu yang unik, mereka juga sekelompok pemuda yang berasal dari Kota Palembang, Sumatera Selatan yang kebetulan merupakan tanah leluhur saya. Saya mengalami penantian yang lumayan panjang sejak mereka mengumumkan akan merilis album debut ini, akhirnya tepat awal Januari kemarin meraka merilis “Suar Marabahaya” ke halayak ramai. Tanpa berfikir panjang lagi saya langsung order CD mereka yang di-bundling dengan merchandise berupa CD, T-shirt, Patch, slayer, pick gitar+bass, stiker, serta mini poster yang semuanya dibungkus rapih dalam satu totebag, dan rilisan awal ini kebetulan adalah rilisan limited, yap..saya beruntung karena masih masuk dalam quota yang berhasil memperoleh paket bundling tersebut. Selang beberapa minggu album merekapun resmi disitribusikan oleh Demajors.

Debut mereka yang berjudul “Suar Marabahaya” dikemas secara apik tidak hanya dari lagu-lagunya saja, namun juga bisa terlihat dari penggarapan artwork yang menurut saya cukup epic dan masih berada dalam satu paket berkesinambungan antara artwork dengan tema yang diangkat dalam album ini. Ini artinya mereka telah memikirkan secara matang pengarapan debut album mereka,,salute !! Sekarang mari kita kupas materi album “Suar Marabahaya” karya kolaborator  Erwin Wijaya (gitar), Zarbin Sulaiman (bass), Aulia Effendy (drums), Farid Amriansyah (vokal), dan Ahmad Ruliansyah (gitar).

Album “Suar Marabahaya” dibuka dengan hentakan garang Introduction : Years Of The Tigerdimana  ((AUMAN)) ingin menunjukan keberadaan dan akar mereka yang terlahir dari bumi Sriwijaya..its so rawr !!!. Nomor selanjutnya adalah “Unholly Terror” yang seolah ingin menunjukan geraman terror disini melalui besutan gitar dan drum yang mengambarkan kegeraman serta lirik menyentil yang ditujukan pada oknum sok suci penebar terror..uuppsss :D. Akar mereka yang berasal dari Palembang jelas tergambar dinomor “W.K.G.G (Wong Kito Gilo Galo)” dimana mereka seolah mengajak kita tidak mengingat bahwa Palembang bukan saja kota pempek tapi juga ada ((AUMAN)), emosi dan pesta pora mengiringi nomor ini. Dibelakang “W.K.G.G (Wong Kito Gilo Galo)” mengantri “Viva Rimau! Rimau!” yang mengajak kita untuk sadar dan merenungi keberadaan Harimau Sumatera yang merupakan hewan yang dilindungi dan hampir punah. Selanjutnya kita akan dijamu dengan nada sedikit melambat dalam “City Of Ghost” yang seolah sedikit mengistirahatkan telinga kita dengan cara ((AUMAN)).

“Debut mereka yang berjudul “Suar Marabahaya” dikemas secara apik tidak hanya dari lagu-lagunya saja, namun juga bisa terlihat dari penggarapan artwork..”

Ok, tidak berlama-lama, selepas “City Of Ghost” mereka kembali menghajar telinga kita dengan tempo cepat a la dentuman punk/hardcore melalui nomor “Suar Marabahaya” yang menyadarkan kita untuk kembali mengepalkan tangan dan menganggukan kepala. Jiwa muda dan semangat lebih coba ((AUMAN)) tuangkan dalam nomor selanjutnya bertitel “Subsonic Tenage Dream Machine” yang seolah mengajak kita untuk berkutat di mosh-pit dengan segala macam atributnya. Pada nomor setelahnya kita akan kembali diingatkan bahwa ((AUMAN)) sejatinya adalah band mengusung aroma southern rock dan heavy metal melalui “Broken Hardrock”. Hal itu terbukti dari riff  dan lead gitar yang mereka sajikan pada nomor ini. Sedikit cerita tentang Matahari dan keberadaannya untuk manusia yang digambarkan dengan nada sedikit melambat ditambah sentuhan harmonis trumpet yang dituangkan dalam “(We Are) The Sons of The Sun” menyambung perjalanan album Suar Marabahaya. Pada nomor “Sangkakala Apokalips” kita diajak merenungi dan bertanya pada diri sendiri seperti apakah ke-religius-an kita? Sudah benarkah? Hehehe (no offense). Akhirnya tibalah kita dipenghujung album ini, uniknya album ini ditutup dengan track yang berjudul “MACHO”. Dikatakan unik  karena lagu ini adalah gubahan dari versi asli yang merupakan lagu dari pedangdut kawakan Vetty Vera..well,we can dance with another emotion 😀

Akhirrul kalam, selamat menikmati “Suar Marabahaya” dari kawan-kawan ((AUMAN)), dan saya sangat mengamini kata-kata dari sang vokalis mereka, “kalau ini terlalu keras, berarti kamu sudah terlalu tua !!” (GM)

There is no more story.
Next Self Titled - The Frankenstone