“Sneaker Fuzz” – MORFEM


Artist: Morfem | Album: Sneaker Fuzz | Genre: Fuzz Rock | Label: Sinjitos/ Demajors | Tahun: 2014
 

Sneakerfuzz merupakan rilisan ke tiga dari Morfem setelah sebelumnya mereka merilis 2 album yang bertajuk “Indonesia” dan “Hey Makan tu Gitar”. Bagi saya Sneakerfuzz adalah rilisan yang membuktikan musikalitas mereka Morfem yang jauh lebih matang dibandingkan album-album sebelumnya. Morfem adalah band asal Jakarta yang beranggotakan Jimi Multhazam (Vokal) , Pandu Fuzztoni (Gitar), Yanu Fuadi (Bass) , Freddie Alexander Warnerin (Drums). Foto cover album ini bagi saya cukup menarik dan mampu mewakili isi album ini. Cover album Morfem mengingatkan saya pada karya fotografer Charles Peterson dari scene bawah tanah Seatle. Peterson adalah fotografer gigs yang karya-karyanya sering digunakan sebagai cover album, sebut saja dalam album Mudhoney. Ohya, konon album Morfem kali ini didukung oleh brand sepatu ternama asal Amerika. Mengulang pendapat saya di atas mengenai kematangan musikalitas Morfem, saya membuktikannya sendiri dengan banyaknya cross genre dalam setiap komposisi lagu Morfem. Mulai Di dari Indie Rock,Alternatif, hingga Hardcore Punk.

Mari melihat materi dari album yang berisikan 6 lagu dengan total 17 menit ini. Nomor pembukaberjudul “Kubikal Rock”. Sebuah komposisi musik cepat berdurasi 1:03 ala Hardcore Punk 80an dengan suara gitar berbau indie rock, beat-beat drum energik dari Freddie, dibantu suara bass ala Minor Threat dan lirik catchy. Lagu ini sangat pas untuk berkeringat di moshpit dan melompat dari atas panggung. Pada urutan ke-dua adalah favorit saya, “Planet Berbeda” lirik cerdas dari Jimi yang menceritakan pasangan yang memiliki selera yang sama, namun tetap berbeda. “Aku memilih Bob Dylan, Sedang dia Mumford an Son” petikan lirik yang cukup mewakili perbedaan dalam nomor tersebut yang dibalut dengan musik alternatif ala Dinosaur jr ini.

Selanjutnya “Tak Punya Ketakutan”. Sebuah nomor indie rock yang masih kental dengan nuansa punk rock. Nomor ini diisi dengan lirik catchy namun aneh, “Bom Atom dia kebal, Anaknya Ribuan”. Mungkin Jimi tengah menceritakan makhluk halus pada nomor ini. Nomor ke-4 adalah ” Tiba-tiba terjadi”, bingung mau kemana, selisih pendapat, pergi dari kumpulan, duduk di pinggir trotoar dan menemukan tujuan, mungkin seperti itu gambaran lirik di nomor dengan balutan khas alternatif 90an yang selow dan tetap cathy. “Jam 3 Pagi di Bundaran” berada di urutan ke-5. Tetap dengan punk rock plus suara gitar ala band alternatif. Nomor ini menceritakan pengunjung klab malam yang pulang dan menabrak bundaran. Hal yang sangat wajar terjadi di kehidupan malam ibukota. Nomor terakhir dalam album Sneakerfuzz adalah “Rayakan Pemenang”, di lagu ini musik Alternatif yang disuguhkan lebih kental dan tetap dengan lirik-lirik cerdas dan catchy yang pas untuk soundtrack pulang nonton pertandingan sepakbola.

Album ini saya rekomendasikan bagi pembaca yang menyukai band band macam Dinosaur Jr, Mudhoney, Minor Threat, dan mungkin yang kangen sama lirik-lirik cerdas Jimi Multhazam di lagu-lagu The Upstairs. Untuk memperoleh album ini bisa melalui website Demajors sebagai distributor Sneakerfuzz. Sekian review singkat dari saya, semoga album ini bisa menjadi koleksi fisik para pembaca. (IG)

Previous "Your Revolution" - Something About Lola (S.A.L)
Next REPORTASE RECORD STORE DAY 2015 CHAPTER PURWOKERTO