Phenomenon – SSSLOTHHH


Artist: SSSLOTHHH  |  Album: Phenomenon  |  Genre: Atmospheric/Sludge Metal  |  Label: Grimloc Records  |  Tahun: 2013

SSSLOTHHH adalah band asal Bandung yang baru saja merilis album pada 1 Mei 2013 lalu.  Album yang diberi judul “Phenomenon” dan dirilis dalam format CD ini secara musikalitas memang terhitung berbahaya di scene musik sludge  tanah air yang akhir-akhir ini sedang naik daun. Sebelumnya band bentukan Vinsensius Widi Sulistya (Guitar/Vocal), Syahroni (Bass), Dinarson Gandhy (Drum/Vocal) telah merilis album berjudul Infinite Fracture dalam format kaset. Dalam proses kreatif penggarapan artwork  pada album “Phenomenon” Herry Sutresna a.k.a Ucok Homicide patut turut bertanggungjawab dalam terciptanya artwork album ini. Selaku pemilik Grimloc Records, label yang merilis album ini, Ucok mengguratkan teknik gambar engraving  dalam konsep artwork yang terkesan spontan namun cukup mewakili lirik-lirik dalam “Phenomenon”. Pemilihan warna gelap sedikit keemas- emasan dengan format packaging jewell case adalah gambaran singkat keseluruhan bentuk packaging album ini. Selain merilis karya dalam bentuk CD, SSSLOTHHH pun merilis paket limited yang berisi T-Shirt, CD , Poster dan Totebag yang sayangnya paket menarik ini gagal saya dapatkan karena saya telat memburunya. Secara general musikalitas SSSLOTHHH pada album “Phenomenon” sangat mudah dikenali  bagi pendengar yang mungkin tidak asing dengan band-band macam Cursed , Russian Circles , Mastodon, atau bahkan Neurosis. Karena alasan itulah dan karena saya sendiri kebetulan juga penikmat band-band yang saya sebutkan diatas, saya berkesimpulan bahwa album ini sangat direkomendasikan.  Selain root musik SSSLOTHHH yang dekat dengan band-band internasional yang saya dengarkan sebagai nilai plus pertama, tambahan beberapa musisi tamu yang kebetulan bandnya juga saya ikuti seperti Miko (Alice), Aganashan (Vrosk), Ridlo (Absolute Zero/Daud) menjadi nilai plus kedua dalam album ini.

Masuk dalam sajian inti berupa konten album, “Phenomenon” dibuka dengan track berjudul “Above and Below”, sebuah lagu dengan durasi paling lama dalam album ini. Track ini menceritakan ekses yang dihasilkan oleh penguasa dengan watak koruptif  terhadap rakyatnya melalui gaya penulisan yang cukup puitis. Selain diisi lirik yang puitis, komposisi lagu dalam track “Above and Below” ini didukung dengan riff – riff gitar dan permainan drum yang sangat mendukung seakan mereka ingin menyampaikan pesan pada pendengarnya seperti ini “perkenalkan inilah kami SSSLOTHHH!”. Riff – riff gitar dan permainan drum dalam “Above and Below” diteruskan dengan gaya vokal layaknya Tetsuya Fukugawanya Envy, benar-benar paduan musik, lirik dan vokal yang kemudian menjadi komposisi yang berpadu tepat. Selepas track pembuka, “Phenomenon” segera melanjutkan kebisingannya melalui “Oracle”, sebuah track yang diawali dengan intro megah dan nuansa ambient gelap ala Neurosis yang segera disusul vokal dengan lirik elegan dan puitis mengenai lingkungan. “Distance” pada urutan ke-tiga dalam album ini langsung menjadi track favorit saya. Dengan riff- riff guitar ala Mastodon, track ini menceritakan secara gamblang tema yang masih sama dengan track sebelumnya, “Oracle”, yang masih berbicara tentang kerusakan lingkungan. Pada “Sequence” pendengar diajak menyadari perubahan iklim yang ekstrem dan bencana alam yang mulai sering terjadi dalam kemasan penulisan lirik bahasa inggris yang cerdas. Dalam lagu ini Ssslothhh dibantu oleh salah satu dari musisi tamu yang saya sebutkan diatas, Miko (ALICE). “Wooden Strings” adalah track yang sepertinya dimaksudkan Ssslothhh untuk mendinginkan emosi pendengar setelah digempur dengan 4 lagu awal yang cukup heavy. “Wooden Strings” berisi komposisi musik instrumental dengan potongan orasi, benar-benar sebuah pendingin suasana yang tetap dibangun dalam susana yang megah dan mantap. Selepas track pendingin Ssslothhh sepertinya tak ingin berlama-lama membiarkan tensi pendengarnya turun.Mereka segera menyajikan “Set the Arms Down”, sebuah track dengan unsur post metal dan atmospheric yang sangat kental. Bagi pendengar yang mungkin akrab dengan band seperti Pelican, track ini jelas akan memuaskan pendengar juga mengingatkan beberapa part yang memang terasa seperti part-part lagu milik Pelican. Selain komposisi yang depresif, lirik singkat pada track ini yang berisi depresi tentang penyesalan berpadu tepat dengan komposisi lagunya. Pada lagu ke 7 “Thief of Sleep” Ssslothhh kembali memperkenalkan musisi tamu yaitu Ridlo (Daud) yang kali ini berkolaborasi dengan Ssslothhh dalam penulisan musik dan penulisan lirik. Pada “Panoramic Transition” post metal rasa ISIS sangat terasa di beberapa part lagu ini. Setelah sebelumnya sempat mendinginkan pendegarnya melalui track  “Wooden Strings”, Ssslothhh seakan meredakan emosi pendengar untuk kedua kalinya sebelum akhirnya membawa pendengarnya, termasuk saya, pada sebuah komposisi eargasmic berjudul “Cyclic”  yang berupa intrumental post metal dengan potongan suara Al Pacino dalam film Devil’s Advocate. Pada track penutup tersebut Ssslothhh benar-benar sukses memberikan penutup yang indah sekaligus tensi dan atmospher yang luar biasa pada pendengaran saya.

Overall album “Phenomenon” ini sangat layak untuk didengar telinga – telinga yang menggilai musik-musik bergaya down tempo atau buat para pencari alternatif dalam beragamnya jenis musik metal ditanah air.

Sebagai penutup sekaligus kesimpulan, saya berpendapat ada beberapa hal yang cukup saya sayangkan dari album “Phenomenon” ini, yang pertama adalah penulisan lirik dimana semua lirik yang SSSLOTHHH dalam album”Phenomenon” ini ditulis dengan bahasa inggris, namun untuk hal ini saya segera memberikan opini sendiri seperti ini “mungkin memang menulis lirik bahasa Indonesia yang bisa “ngena” dengan tema musik SSSLOTHHH susah”,  tapi apa susahnya dicoba. Sebagai pendengar yang menikmati album mereka jujur saya menanti dan berharap kalau-kalau album SSSLOTHHH selanjutnya bakal ditulis dengan bahasa Indonesia yang sama baik dan puitisnya dengan lirik album “Phenomenon”. Sedangkan yang kedua berkaitan dengan kemasan CD yang terlalu simple untuk band se heavy ini, saya juga berharap dialbum selanjutnya SSSLOTHHH bakal memiliki bentuk kemasan dan artwork yang lebih collectible yang sesuai dengan musik mereka yang unik.  Overall album “Phenomenon” ini sangat layak untuk didengar telinga – telinga yang menggilai musik-musik bergaya down tempo atau buat para pencari alternatif dalam beragamnya jenis musik metal ditanah air. (IG)

Previous Exclusive Ladies Nite Delizious Devina : "A Thousand Fantasy"
Next Ten2Five & DJ Romy