Ferris Reza Alattas adalah mantan vokalis Soulsaver yang akrab dipanggil “Cipenk”. Pertama kali saya pribadi berkenalan dan mengobrol dengannya di Rocker Juice, salah satu cafe tempat nongkrong saya dan teman-teman sekitar 2012. Awalnya, saya memiliki pengalaman yang lucu karena saya sempat bingung membedakan Cipenk dengan adiknya, Azmi, karena menurut saya muka mereka sekilas mirip.  Dari perkenalan tersebut, saya mendapat impresi bahwa Cipenk adalah sesosok yang ramah, aktif, semangat,  mengayomi, supel, dan bijak. Setiap ngobrol saya selalu mengambil nilai positif yang dia berikan.  Saya pernah melihat video yang ditunjukan oleh Kemal, pacar saya,  untuk melihat bagaimana penampilannya dahulu saat Cipenk manggung bersama Soulsaver. Gila! Itu kata-kata pertama yang saya ungkapkan, piercing di alis, lidah, bawah bibir dan rambut mohawk berwarna. Namun selepasnya, Cipenk dapat mengubah penampilannya seperti pertama kali saya kenal sangat rapi dan bersih.

Sosok Cipenk mempunyai kesan tersendiri bagi saya, tapi tidak hanya bagi saya begitu juga bagi teman-teman lainnya.  22 Agustus 2014 hari Jumat sekitar pukul 01.00 adalah hari dimana Cipenk meninggalkan Syauqi anak laki-lakinya, Mba Vera istrinya, keluarga dan teman-teman di scene Purwokerto. Cipeng,dalam keadaan tidur, meninggalkan kami dengan tenang, seketika dini hari itu segala broadcast dan media sosial di handphone saya pun ramai karena berita duka tersebut. Saya sempat tidak percaya Cipenk meninggalkan kami dengan cepat. Esok paginya, saya dan teman-teman berduka cita sekaligus menghadiri pemakamannya, saya melihat ketegaran keluarga atas kehilangan sesosok anak, saya juga melihat ketegaran seorang istri yang kehilangan seorang suami, dan saya melihat ketegaran seorang adik yang ditinggal pergi kakaknya. Dari kejadian tersebut saya belajar ikhlas ketika ada suatu hal yang menghilang tanpa kita persiapkan, karena pada intinya kita adalah mahluk yang tak pernah siap, segala sesuatu telah digariskan dan kita sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi, bahkan barang 10 menit kedepan.

IMG_2262
IMG_2243
IMG_2240
IMG_2236

Guna mengenang apa yang telah Cipenk lakukan terhadap orang-orang disekelilingnya, pada tanggal 8 November 2014 teman-teman berinisiatif serta berkolektif membuat acara Solidarity : A Tribute to Reza “Cipenk” Alattas, sebuah acara untuk mengingat dan memberi penghargaan untuk kebersamaan Cipenk di dalam scene yang ada di Purwokerto maupun diluar Purwokerto. Acara berkonsep outdoor sederhana dihalaman parkir Politik kampus FISIP Unsoed mengundang teman-teman band untuk memberikan penghormatan pada Cipenk, terutama band-band yang mempunyai kedekatan persomal dengan Almarhum. Tidak hanya teman-teman dari Purwokerto, Terasku, band asal Semarang yang mepunyai kedekatan dengan Cipenk semasa dia sempat kuliah di Semarang pun turut datang meramaikan dengan perfoma mereka yang mengagumkan. Walaupun acara sedikit terhambat selepas break Adzan karena hujan selama kurang lebih 1 jam, namun acara tersebut terus berjalan dan lancar sampai selesai. Acara dibuka oleh penampilan Black Symphonica kemudian diisi secara berturut-turut oleh Tutup Botol, Burning Dog, The Mystery Unraveled, BunkerBoob, Papa Richards, Lodse, Santet, Metroriot, Last Scientist, Highbosson, Where Are You My Band, Bless’in Noisy, Suket Teki, Nocturnal Conspirasy, Sad Story On Sunday, Full Time Skins, Ganevo, Metalliar, The Telephone, Stadium 12, Evil Circle, Pernicious Hate, Terasku (Semarang) dan ditutup oleh Soulsaver. Guna menghomati Cipenk, Soulsaver menyajikan penampilan khusus malam itu dimana mereka berreuni dengan 2 personel mereka yang telah resign yaitu Woro pada drum dan Nunung pada bass. Tak hanya berreuni, formasi tersebut juga seperti ingin membayar kerinduan teman-teman yang sudah lama tidak menyaksikan Soulsaver dengan formasi lama. Untuk membayar kerinduan tersebut formasi lama Soulsaver membawakan beberapa cover version dari Envision “Unpunished” dan Eighteen Visions “Who Killed John Lennon”. Atensi dari muka-muka lawas yang hadir pada acara ini ketika lagu-lagu kover tersebut dimainkan adalah sesuatu yang sangat priceless, sebab selain karena ini adalah pertama kalinya dalam 7 tahun Soulsaver kembali manggung dengan formasi lama, lagu yang dicover Soulsaver, menurut beberapa teman, adalah lagu everlasting dalam ranah metallic hardcore.

Seusai acara, saya mengambil pesan positif dari dua hal, yaitu mengenai kesan yang ditinggalkan Cipenk semasa hidupnya dan kolektivitas teman-teman yang mengisi acara tribute tersebut. Saya menyimpulkan bahwa apa yang terjadi ketika acara tribute berlangsung, ketertiban, pemahaman pesan dari panitia mengenai tujuan acara, dan kesediaan teman-teman untuk manggung adalah karena baiknya kesan yang ditinggalkan Cipenk semasa hidupnya. Teman-teman secara bergiliran, meski dalam durasi manggung yang singkat akibat banyaknya band yang ingin turut berpatisipasi, menyampaikan sepatah pengalaman mereka dengan Cipenk semasa hidupnya dan semua pengalaman tesebut adalah pengalaman yang baik. Saya meyakini bahwa manusia terkadang hidup dalam dua sisi, baik dan buruk, namun untuk kasus Cipenk saya yakin bahwa apa yang ditinggalkan pada scene, pada komunitas diluar komunitas musik, dan pada orang disekitarnya adalah segala sesuatu yang baik. Oh iya, kemarin guna mengakomodasi kata Solidarity pada acara tribute kepada Cipenk, teman-teman heartcorner membuat beberapa potong kaos bergambar Cipenk sedang tersenyum dengan muka khasnya yang tenang, uang hasil penjualan kaos tersebut akan disumbangkan kepada keluarga Cipenk. Dibalik kaos tersebut terdapat sebuah quote yang konon pernah diucapkan Cipenk semasa hidupnya, bunyinya begini: “Ternyata, bagi orang lain, kita tetap saja orang lain. Apapun yang telah dan pernah kita lakukan buat dan demi dia. So, berusahalah menjadi kuat! Setelah itu, berusahalah untuk berempati pada orang lain yang lemah dan benar-benar membutuhkan kita!”. Ketika saya membaca quote tersebut, saya jadi merenung, saya melihat kedalam betapa lemahnya saya, dibanding apa yang dikatakan Cipenk dalam quote itu saja saya masih jauh sekali. Walaupun Cipenk telah pergi dia masih saja memberikan pelajaran buat saya.

Terkadang ada ucapan-ucapan yang bersliweran ketika seorang mati muda, katanya mereka terlalu baik untuk terkontaminasi yang buruk-buruk di dunia ini, maka Tuhan mengambil mereka untuk menjauhkan mereka dari sesuatu yang tersebut. Mungkin ucapan itu ada benarnya, dalam kasus perginya Cipenk tentu saja. Terima kasih telah menjadi contoh yang baik di dunia, Cipenk, bahkan setelah kamu pergi kamu masih memberikan pelajaran bagi saya lewat quote di kaos yang kemarin kami sablon. Selamat jalan, cahaya terang selalu menyertaimu. (NE) (semua foto oleh Kukuh Sukmana)